
Asia Institut Asia Institut di Sekolah Bisnis Internasional Solbridge adalah pusat riset yang mendorong terjadinya kerjasama demi menanggapi tantangan yang ada pada saat ini: penurunan keadaan lingkungan dan perubahan iklim di Asia, janji dan resiko dari evolusi teknologi, dan bisnis kontemporer dan hubungan internasional di masa keterbatasan finansial. Usaha yang dilakukan oleh Asia Institut mencakup seluruh bagian dari Asia, dari Turki sampai Jepang, dari Monggol sampai Thailand. Meskipun Asia saling terhubung secara finansial, kebutuhan energy, komunikasi dan jaringan transportasi, serta kepentingan global; kerjasama seluruh Asia pada tingkat institusi, khususnya antara Timur Tengah, Asia Tengah dan Asia Timur Laut, masih terpecah dan belum setara. Asia Institut memimpikan kerjasama secara penuh di benua Asia dimana para ahli bekerja sama secara dekat pada isu-isu yang penting pada saat ini.. Asia Institut terletak di Daejeon, Korea, salah satu komplek riset yang memimpin di Asia dan memberikan usahanya untuk bekerja sama secara dekat dengan para ahli yang memimpin dari segala bidang teknologi yang ada. Kami sehari-hari berinteraksi dengan para ahli dan para spesialis di bidang bioteknologi, nanoteknologi, keamanan nuklir, teknik mesin dan sains material – juga kerjasama yang serupa dengan para ahli di bidang hukum, hubungan internasional, finansial dan lingkungan. Dari sisi bisnis, Asia Institut mengatur jalannya riset dan menyelenggarakan diskusi dalam memenuhi kebutuhan dunia bisnis akan inovasi pada bidang finansial, logistik dan marketing agar dapat mampu beradaptasi terhadap perubahan ekonomi. Perubahan yang mengejutkan pada bidang ekspor pada saat ini menuntut strategi yang baru demi mendukung pertumbuhan bisnis. Asia Institut menyelenggarakan jaringan yang luas dari para ahli untuk menanggapi tantangan-tantangan ini dan mengusulkan solusi yang bersifat nyata. “Post 2008 Finance Project” diluncurkan pada Febuari 2009 adalah salah satu bentuk usaha nyata yang dilakukan. Program yang ada di Asia Institut termasuk di dalamnya East Asia Middle East Initiative (EAMEI), Korea India Technology and Business Initiative (KITBI), sebuah program yang ditujukan untuk membangun jembatan dalam bidang riset dan bisnis antara Korea dan India, dan Non Proliferation Initiative, sebuah proyek untuk mengusulkan kerjasama yang dekat pada bidang teknologi nuklir di seluruh Asia dan meyakinkan bahwa peningkatan kekuatan teknologi tidak membuat ketidakstabilan pada susunan geopolitik. Asia Institut juga mengatur Biothechnology Initiatives, dalam usaha untuk bekerjasama dengan Korea Research Institute for Bioscience and Biotechnology, yang memperhitungkan dampak secara keseluruhan dan bioteknologi pada masyarakat. Tema lingkungan adalah pusat dari Asia Institut. Dalam kerjasamanya dengan Korean Ministry of the Environment and the City of Daejeon, Asia Institut mendukung daejeon Green Growth Forum, sebuah pertemuan dari para ahli teknologi lingkungan, para pembentuk hukum, pelaku bisnis dan perwakilan NGO untuk berdiskusi tentang pendekatan yang nyata untuk pengembangan lingkungan. Usaha yang belum pernah terjadi sebelumnya antara pemerintah lokal dan pusat telah menarik perhatian dunia global. Asia Institut juga menjalankan Korea-Japan Environmental Policy Initiatives yang dikelola oleh Dr. Toraaki Nakamura. Prakarsa kerjasama ini dilakukan secara dekat oleh riset institut dan pemerintah local dari Korea dan Jepang, untuk mendorong kerjasama yang lebih besar lagi di bidang teknologi lingkungan dan hokum diantara dua Negara. Asia Institut memiliki dua orang Visiting Senior Researcher: Dr. David Bigman berperan sebagai Direktur dari Food and Environment Security Program, bekerja dengan organisasi internasional untuk mempromosikan kerjasama yang efektif dalam tantangannya di Asia terhadap suplay makanan dan lingkungan. Dr. Farhard Altouraif mengelola East Asia Middle East Initiative, sebuah kelompok yang menonjol yang bertujuan untuk membangun hubungan kerja yang kuat antara institusi akademi, bisnis dan pemerintahan di Timur Tengah dan rekanannya di Asia Barat.
|